Assallamu'alaikum Warohmatullahhi Wabarokatuh.
T & M tgl 13 Okt 2017
*"Musibah Kenikmatan"*
Umumnya orang berpikir musibah hanya pada kesempitan hidup saja ; dagangan rugi, pertanian gagal panen, gagal usaha, kehilangan sesuatu yg disukai, sakit dll.
Padahal.. Waktu luang, limpahan harta benda, kedudukan dan jabatan, kemudahan penghidupan...
Kerap menjadi musibah pula..
Tidak boleh dilupakan oleh orang mukmin bahwa semua nikmat akan dimintai pertanggungjawaban
Allah ta'ala berfirman,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
_“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan saat di dunia)” [QS. at-Takatsur: 8]_
Jangan sampai kenikmatan melenakan..
dan menjadikan seseorang tinggi hati lupa daratan..
*Waspadai Nikmat*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
فَوَاللهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُم
_Demi Allah.. Bukan kemiskinan yang aku takutkan menimpa kalian.._ _Namun sungguh aku khawatir dunia terbentang luas pada kalian.."_
[HR. al-Bukhari: 3158, Muslim: 2961]
Kadang orang yang tak berpunya akan lebih tulus menengadahkan tangan berdoa meminta kepada Rabbnya..
Namun saat Allah limpahkan beragam kenikmatan dunia, jadilah ia lupa.. Seakan itu hanya hasil jerih payahnya tanpa bantuan Allah ta'ala..
Maka anugrah nikmat jadilah musibah juga..
Karenanya Abu Hazim rahimahullah mengingatkan :
كل نعمة لا تقرب من الله عز وجل، فهي بلية
_“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itulah petaka..”_
Mhn ma'af bila kurang berkenan
Semoga bermanfa'at
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
No comments:
Post a Comment