Mentari pagi seakan mengiringimu saat langkah kakimu mengawali harimu nan dingin sedingin rasamu saat itu.
Mentari pagi dengan kilau keemasan seolah mewarnai wajahmu kalah sang badan harus segera beranjak dari lantai beralaskan tikar itu.
Tubuh yang tak lagi tegap itu..
Tubuh yang tak lagi gagah itu...
Harus kau paksa, agar seluruh dunia tahu,
Kamu tak se ringkih bola kristal yang kini telah jatuh dari genggammu.
Kamu tak se lemah sayap kupu kupu saat keluar dari kepompong.
Tetaplah teguh dan tangguh hatimu!.....
Hai KAMU yang telah terkoyak rasamu.
No comments:
Post a Comment